Dapet Kerja Sebelum Wisuda? Yuk Tanya Kak Alfiany

Home > List Berita & Artikel > Dapet Kerja Sebelum Wisuda? Yuk Tanya Kak Alfiany

Photo Description : Alfiany Nazillah

Mendapat kesempatan untuk bisa bekerja sebelum melakukan wisuda (pengesahan kelulusan) di sebuah perguruan tinggi, masih menjadi hal yang jarang terjadi bagi kebanyakan mahasiswa/i di Indonesia.

Hal tersebut bisa jadi dapat disebabkan oleh kurangnya lapangan kerja yang tersedia, tidak terdapatnya pengalaman yang cukup ketika kuliah, sampai kepada kurangnya kesesuaian antara kebutuhan dengan persyaratan, sehingga kesepakatan antara perusahaan dan juga para pencari kerja (job seeker) tak kunjung bisa menemui titik terang.

Hanya saja, terlepas dari sulitnya mewujudkan hal tersebut, usaha dan juga rasa percaya diri yang tinggi diperlukan setidaknya jika teman-teman mahasiswa menginginkan untuk bisa bekerja sebelum waktu pengesahan kelulusan tiba.

Atas latar belakang tersebut, kami akan mencoba untuk membantu teman-teman untuk bisa memperluas pandangan, khususnya dalam hal kiat-kiat efektif untuk dapat memiliki pekerjaan sebelum hari kelulusan tiba melalui sebuah sesi interview bersama Alfiany Nazillah (Lulusan S1 Akuntansi ’17) yang saat ini tengah bekerja di PT Sukanda Djaya dengan posisi sebagai Staff Collection Support.

Melalui sebuah interview singkat yang dilakukan pada 2 September 2021, dirinya menjelaskan bahwa terdapat beberapa manfaat yang bisa kita miliki ketika mendapatkan kesempatan untuk bisa bekerja sebelum waktu kelulusan tiba. Beberapa diantaranya adalah dapat mencuri start, dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat sewaktu menempuh bangku perkuliahan, segera menerima penghasilan, dan lain-lain.

Ketika ditanya mengenai tahapan-tahapan apa saja yang dilaluinya sebelum dinyatakan secara resmi menjadi karyawan PT Sukanda Djaya, dirinya menjelaskan “Waktu itu aku sidang di sekitaran bulan Mei , terus sampai di bulan Juli kaya ingin coba nih kayanya buat cari kerja. Disitu aku ngelampirin lamaran ke sejumlah perusahaan dan salah satunya adalah PT Sukanda Djaya dan alhamdulilah enggak jauh setelah lamaran itu di kirim aku dapet panggilan interview dan dinyatakan lolos setelah melewati 2 minggu masa pertimbangan keputusan”.

Hingga artikel ini dibuat, dirinya telah genap kurang lebih selama 1 bulan menjalani pekerjaannya sebagai seorang Staff Collection Support di PT PT Sukanda Djaya . Beberapa hal yang biasanya menjadi jobdesc atau kewajiban karyawan atas posisi terkait diantaranya adalah mengecek faktur, menukar faktur, melakukan pembukuan, followup customer, fileing, dan masih banyak lagi.

“Waktu pertama kali aku dapet tugas-tugas itu, aku juga enggak langsung bisa karena memang belum ada pengalaman di bidang tersebut. Tapi karena disana aku ketemu sama rekan kerja yang baik dan supportif, Insyaallah pasti bakalan dikasih tau secara detail tentang apa-apa aja yang harus aku lakuin. Intinya sih kalo dateng ke lingkungan baru, kita jangan malu bertanya karena kan kita juga sama-sama lagi belajar untuk bisa berbuat lebih baik” jelasnya ketika ditanya mengenai  kesulitan yang sejauh ini didapatnya ketika bekerja.

Lebih lanjut dirinya bercerita bahwa pengalamannya ketika berkecimpung di dunia organisasi saat menempuh bangku perkuliahan merupakan salah satu hal yang dapat menjadi penunjang bagi seseorang untuk dapat bertahan dalam ruang lingkup yang bersifat profesional. Kemampuan berkomunikasi yang baik, rasa percaya diri yang tinggi, sikap kreatif, merupakan sejumlah output yang timbul ketika seseorang memutuskan untuk memiliki kegiatan eksternal diluar dunia akademisi.

Maka dari itu, mengingat betapa pentingnya softskill yang didapat sewaktu mengikuti kegiatan kampus, dirinya mengajak para mahasiswa/i yang saat ini masih menempuh bangku perkuliahan untuk dapat aktif berpartisipasi melalui berbagai kegiatan Organisasi Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, Seminar yang tersedia di Kampus untuk belajar bagaimana hal-hal sejenis dapat diimplementasikan langsung dalam ranah yang bersifat profesional.

Sebelum menutup sesi interview yang dilakukan beberapa waktu kebelakang tersebut dirinya berpesan kepada seluruh lulusan STIE Ekuitas yang saat ini tengah mencari pekerjaan untuk tetap semangat dan jangan pernah untuk menyerah.

“Kesuksesan tementemen itu diukur dari upaya apa saja yang sudah tementemen capai. Kalo tementemen gagal terus coba lagi karna sebuah kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Dan jangan lupa selalu bersyukur dengan apa yang sudah diberikan Tuhan, usaha yang baik harus di imbangi juga dengan ibadah” tutupnya sambil penuh semangat.

 

Penulis Artikel : Eri Budiman

Redaktur : HUMAS STIE EKUITAS