Transformasi Operasi Perbankan di Era Digital

Home > List Berita & Artikel > Transformasi Operasi Perbankan Di Era Digital

Saat ini, pengguna internet Indonesia merupakan salah satu yang terbesar dan dapat mengungguli sejumlah negara. Segala hal yang berkaitan dunia teknologi yang menggunakan akses internet, kami rasa Indonesia telah berhasil untuk mengedukasi atau menyampaikan informasi perihal hal tersebut dengan berbagai output yang dirasakan.

Beberapa diantaranya adalah peningkatan Social Media User, peningkatan E-Commerce user, dan peningkatan-peningkatan lain yang memerlukan peran internet sebagai hal dasar untuk mengoperasikan sesuatu.

Dalam kegiatan yang digelar pada hari Rabu tanggal 21 Juli 2021 tersebut, telah hadir seorang narasumber bernama Arfianto Ramadhian yang saat ini tengah berprofesi sebagai salah seorang banker dengan posisi Head of Digital Banking Bank BJB.

Saat pemaparan materi dimulai, beliau menyebutkan bahwa sebetulnya transformasi kearah digital dari industri perbankan sudah dimulai jauh sebelum pandemi covid-19 datang ke Indonesia.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, bahwa transformasi kearah digital dilakukan guna Industri Perbankan, khususnya Bank Bjb, dapat dengan cepat berkembang dan berorientasi pada penggunaan teknologi.

Seperti apa yang telah disampaikan dalam pemberian materi beberapa waktu lalu, beberapa manfaat yang akan didapat baik oleh pihak perbankan maupun konsumennya adalah sebagai berikut :

  • Meningkatkan mobilitas
  • Mudah, praktis, cepat, aman, dan ramah lingkungan
  • Meningkatkan kesempatan dengan pihak ketiga untuk membangun brand image
  • Multi Channel & Multi Payment
  • Peningkatan kecepatan ekonomi

Maka dari itu, kita semua harus menyadari bahwasannya segala sesuatu didalam maupun diluar industri perbankan yang mengoptimalkan penggunakan teknologi atau beralih kepada hal yang berhubungan dengan digital akan jauh lebih bonafide daripada sebuah organisasi yang hanya berorentasi kepada hal-hal konvensional.

Lalu seperti apa bentuk implementasi digital di industri perbanakan, khususnya Bank Bjb ?  Terdapat beberapa sub bagian atau bisa disebut sebagai beberapa divisi profesional ketika sebuah bank berencana untuk bertranformasi melalui pendekatan digital, diantaranya adalah Front End Digitalization, Robotic Processing Automation, Analytics, dan juga IT Improvement.

Dari masing-masing sub bagian yang telah disebutkan diatas, terdapat banyak sekali variabel yang terlampir dalam setiap sub / divisi perbankan masing-masing. Tapi satu hal yang menjadi topik diskusi dalam kegiatan webinar tersebut adalah penggunaan biometrik dalam sebuah aplikasi bernama BJB Digi.

Biometrik merupakan sebuah fitur dimana para penggunanya dapat melakukan log in pada suatu aplikasi tidak hanya dengan menggunakan sistem id & password, melainkan dapat juga menggunakan beberapa identifikasi sistem melalui pengenalan sidik jari, wajah, retina mata, dan lain sebagainya.

Dengan digunakannya biometrik sebagai salah satu fitur yang mendukung langkah perbankan untuk terus berinovasi, hal tersebut menjadi sebuah langkah yang inovatif khususnya bagi kemudahan konsumen dalam mengakses sebuah aplikasi.

Tentu, dalam proses transformasinya pihak Bank BJB sendiri tidak mudah untuk dapat mengubah sejumlah kebiasaan lama menuju kepada hal-hal yang lebih aktual melalui pendekatan teknologi. Diperlukan upaya keras untuk tersebut mensosialisasikan beberapa inovasi tersebut supaya lebih banyak konsumen yang dapat merasakan manfaat dari sebuah inovasi tersebut.

“walaupun suatu perubahan itu sangat sulit untuk dilaksanakan dalam waktu dekat, akan tetapi suatu sulit bukan berarti tidak bisa, marilah kita bersama-sama membangun sejumlah sektor industri yang ada di Indonesia untuk bisa terus bertumbuh atau bahkan mengungguli banyak negara dari segi manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat dimasa mendatang” ujar salah seorang partisipan ketika ditanya harapan untuk seluruh warga negara Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital.

 

Penulis Artikel : Eri Budiman

Redaktur : HUMAS STIE EKUITAS