The Art of Jurnalism

Home > List Berita & Artikel > The Art Of Jurnalism

Rasa cinta akan dunia jurnalis, tentu saja menjadi salah satu latar belakang terkuat atas dibuatnya kegiatan The Art of Jurnalism ini.

Jika banyak orang yang berkata bahwa rasa cinta saja masih jauh dari kata cukup, maka dengan menjaring sebanyak lebih dari 600 pendaftar untuk sebuah webinar dapat dipastikan UKM E-PERS menjadi salah satu perkumpulan yang memiliki mindset bahwasannya rasa cinta akan lebih bermakna ketika dibalut dengan sebuah tindakan.

Pada kegiatan yang digelar pada tanggal 10 Juli 2021 tersebut, melibatkan dua pemateri yang memiliki sepak terjang memukau khususnya dalam bidang jurnalistik. Dua pemateri yang dimaksud yakni Rahma Hayuningdyah (Presenter Net TV, Influencer) dan juga Chelzea Verhoeven (Presenter Net TV, Influencer, Jurnalis).

“Ketika menjadi seorang jurnalis, kita diharuskan untuk bersikap senetral mungkin karena jurnalis itu harus bisa memberi informasi yang bersifat faktual atau sesuai dengan keadaan-keadaan yang sebenarnya” Ujar Chelzea Verhoven sambil membuka materinya tersebut.

Beliau juga menambahkan “juga, saat nanti ketika kita bekerja sebagai jurnalis, kita harus bisa melakukan banyak hal sekaligus seperti menginterview, membawakan acara (presenting), dan menulis dari bahan-bahan yang telah dikumpulkan di lapangan”

Dengan kata lain, jurnalis merupakan sebuah profesi yang sangat relevan bagi orang-orang yang siap untuk berproses. Tidak hanya melibatkan kekuatan, melainkan kecerdasan saat menghadapi situasi genting merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis

Seperti apa yang dibagikan oleh Rahma Hayuningdyah, selaku narasumber kedua dalam acara tersebut, bahwasannya memang menjadi seorang jurnalis merupakan hal yang tidak mudah untuk didapatkan sebab diperlukan mental yang luar biasa kuat dan fisik yang prima ketika seorang jurnalis menjalankan tugasnya.

Terdapat beberapa tips yang beliau bagikan, terlebih untuk oleh para calon jurnalis yang akan menemukan banyak sekali rintangan dimasa mendatang. Seperti halnya ketika seorang peserta bertanya “bagaimana caranya untuk menghilangkan rasa grogi ketika berkomunikasi dengan orang ?”

Rahma Hayuningdyah menjelaskan bahwa segala sesuatu yang didapat saat ini merupakan satu hal yang timbul akibat kemampuan-kemampuan yang dibentuk melalui lingkungan terdekat. Salah satunya adalah Public Speaking.

Yang perlu disadari disini adalah pembentukan kemampuan dalam berkomunikasi, bisa memakan waktu yang cukup lama. Sebab, bagi seseorang yang memiliki strata komunikasi selevel jurnalis memerlukan beberapa fase sampai berada pada tahap paling tinggi atas segala strata komunikasi.

Untuk itu, diperlukan rasa sabar yang cukup tinggi sampai kemampuan tersebut dapat terbentuk seiring dengan berjalannya waktu.

Hal-hal yang melibatkan artikulasi, gestur wajah, ketenangan pembawaan, hingga instilah-istilah penting dalam sebuah kalimat merupakan hal-hal yang harus dibalut dalam satu kesatuan sehingga dapat membentuk satu cara komunikasi yang baik dalam dunia jurnalistik.

Disamping agenda utama yakni pemberian materi yang dilakukan oleh pemateri, di TAOJ 2021 ini juga terdapat sebuah sesi dimana para juara diumumkan. Para juara tersebut terpilih berdasarkan penilain objektif dari dewan juri dengan berbagai macam kriteria untuk pemenang lomba animasi. Beberapa diantaranya adalah :

  • Juara 1 Ragil Putra Purnama (Kisah Cinta Arjuna & Banowati )
  • Juara 2 Farah Dhiyaa Haniif Dzakiyyah ( Thought (re: V2 Think: Berpikir))
  • Juara 3 Tiara Anggraliani ( Pie Buah )

Selamat kepada pemenang atas gelar juaranya. Semoga dengan menjadi juara dalam kompetisi tersebut tidak lantas membuat diri menjadi tinggi hati dan merasa puas atas segala pencapaian yang telah diraih.

Bagi peserta yang belum berkesempatan untuk menjadi juara, jangan berkecil hati sebab pemenang sejati merupakan seseorang yang terbentuk atas banyak kegagalan. Tetap semangat semuanya !

 

Penulis Artikel : Eri Budiman

Redaktur : HUMAS STIE EKUITAS