KliknKlin Talk : Pengembangan SDM di Industri Laundry Melalui Pelatihan Financial Life Skill

Home > List Berita & Artikel > KliknKlin Talk : Pengembangan SDM Di Industri Laundry Melalui Pelatihan Financial Life Skill

Dalam rangka mengimplementasikan salah satu dari tiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka STIE EKUITAS melalui Lembaga Pengembangan penelitian Pengabdian dan Publikasi ilmiah (LPPM) melakukan sebuah pengabdian masyarakat berupa sebuah webinar yang menekankan pada konsep perencanaan keuangan dan juga pengefektifan komunikasi yang biasa dilakukan oleh masyarakat.

Andri Nugroho selaku Owner LaundryKlin Tabalong Kalimantan Selatan mengatakan, “Sebuah kegiatan yang sifatnya mengedukasi seperti ini, saya harap bisa rutin untuk digelar agar sumber daya manusia khususnya dari Laundry Klin ini bisa terus terdongkrak potensi dan juga prinsip hidup daripada diri mereka masing-masing”.

Terdapat dua narasumber yang terlibat langsung sebagai mentor dalam webinar tersebut, yakni Dani Ramdani, SE., M.Ak., BKP dan juga Ganjar Garibaldi, SE., M.Si., CRA, CHCP., CHCM yang masing-masing bertanggung jawab atas pemaparan materi yang tadi telah disebutkan. Berikut merupakan ulasan singkat mengenai webinar yang berjudul “Pengembangan SDM di Industri Laundry Melalui Pelatihan Financial Life Skill” ini.

Pelatihan Komunikasi oleh Ganjar Garibaldi

Komunikasi merupakan sebuah kegiatan yang berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada satu pihak yang nantinya akan dituju. Dalam pemaparan webinar pada beberapa hari lalu ini, Ganjar Garibaldi selaku mentor yang bertanggung jawab atas sub bahasan tersebut menekankan bahwa komunikasi merupakan satu hal sederhana yang dapat membuat sebuah pengaruh cukup besar atas hal-hal yang akan atau sedang terjadi saat ini.

Komunikasi positif merupakan satu hal selalu ditekankan oleh mentor agar komunikasi dapat berjalan lancar dan mendapat timbal balik yang diinginkan. Seperti apa sebetulnya komunikasi positif tersebut ? Menurut Ganjar Garibaldi selaku pembicara dalam webinar tersebut, Komunikasi positif adalah satu keadaan dimana si pemberi dan si penerima informasi berada dalam satu pemahaman yang terjalin ketika proses komunikasi tersebut berlangsung.

Cara komunikasi tersebut merupakan cara komunikasi yang bersifat fleksibel, sehingga bisa digunakan dalam segala macam tempat maupun kondisi. Seperti misalnya dalam proses operasional Klik n Klin itu sendiri, ketika berbicara mengenai industri laundry tentu hal tersebut erat kaitannya dengan permintaan customer yang bervariatif. Beberapa permintaan seperti tata cara pencucian, tata letak noda, hingga tata letak area yang tidak diinginkan untuk disentuh menjadi satu perhatian khusus dimana komunikasi positif ini dapat digunakan.

Maka dari itu, diharuskan adanya sinergi antara pemberi informasi dan penerima informasi, dalam kasus ini agar apa yang dikatakan oleh customer dapat secara tepat dilaksanakan oleh pihak laundry sehingga kepuasan pelanggan menjadi satu hal yang bisa dicapai oleh kedua belah pihak.

Pelatihan Perencanaan Keuangan oleh Dani Ramdani

Seperti halnya dengan komunikasi, perencanaan keuangan pun merupakan satu hal yang sangat fundamental bagi semua sumber daya manusia yang telah berpenghasilan baik dari orang tua maupun dari sebuah perusahaan.

Dani Ramdani mengatakan, “Hari ini, financial planner merupakan satu keharusan yang wajib dimiliki oleh banyak orang karena dengan begitu semua pemasukan dan pengeluaran akan lebih terkontrol, sehingga pengeluaran yang sifatnya berlebih akan lebih mundah untuk dihindari”

Dalam pemaparan yang diberikan oleh mentor kepada karyawan Klik n Klin beberapa hari lalu, ada satu metode dimana kita dapat menyesuaikan berbagai pengeluaran dengan tingkat penghasilan yang tersedia. Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana caranya agar itu semua bisa terjadi?

Seperti apa yang diujicobakan pada peserta webinar tersebut, dimana mentor meminta seluruh peserta untuk menuliskan tiga hal yang terdiri dari transport, uang makan, dan biaya listrik. Kemudian, setelah hal tersebut dilakukan, peserta diminta untuk menuliskan seluruh hal yang mereka inginkan dalam waktu dekat beserta rincian harga yang ada pada masing-masing hal tersebut.

Setelah seluruh hal yang diinginkan oleh partisipan tadi ditulis, kemudian mentor memberi perintah untuk menganalisa antara jumlah harga dari barang yang diinginkan dengan penghasilan yang dihasilkan dalam setiap bulannya. Apakah penghasilan tersebut dapat memenuhi seluruh hal yang tadi diinginkan ? ataukah sebaliknya ?

 Jika pengasilan tadi berhasil menutup keinginan tersebut, maka itu merupakan satu langkah yang cukup baik namun tidak sepenuhnya benar sebab hal-hal tersebut harus diurutkan dari tingkat urgensi yang paling tinggi.Lalu, jika rincian hal tadi melebihi penghasilan yang dihasilkan disetiap bulannya maka peserta tadi tidak berhasil melewati tahap pertama dalam proses financial planner yang telah menjadi sebab mengapa webinar tersebut dilaksanakan.

Kemudian apa yang seharusnya dilakukan oleh peserta dalam kasus terakhir tadi? Dengan melihat kembali, kemudian menghilangkannya satu persatu sampai harga yang terlihat menjadi sangat relevan terhadap penghasilan yang dimiliki perbulan.

Kurang lebih seperti itu mengenai ulasan webinar yang digelar pada Selasa, 27 April 2021 ini. Dengan diadakannya pelatihan atau pengabdian yang seperti demikian, kami harap segala ilmu yang disampaikan dapat dipakai dalam waktu dekat oleh para partisipan yang terlibat sehingga segala hal yang tadinya tidak terkontrol menjadi hal yang bisa diatur agar senantiasa terasa manfaatnya dikemudian hari.

 

Penulis Artikel : Eri Budiman

Redaktur : HUMAS STIE EKUITAS