MarkPlus Goes to Campus

Home > List Berita & Artikel > MarkPlus Goes To Campus

Dalam rangka melakukan sosialisasi yang bersifat masif kepada masyarakat luas, MarkPlus Institute selaku divisi pelatihan dan pendidikan ilmu marketing, berkesempatan untuk memberikan sejumlah edukasi perihal pengembangan masyarakat kelas dunia melalui sebuah siaran langsung yang ditayangkan secara langsung di sebuah kanal Youtube bernamakan Marketeers pada Sabtu 29 Mei 2021 yang lalu.

Sebelum melangkah lebih lanjut menuju segment yang lebih luas, Hermawan Kartajaya selaku Founder & Executive Chairmain dari MarkPlus Institute mengatakan, bahwasannya Markplus Institute memiliki beberapa perbedaan dibanding penyedia layanan sejenis yang ada di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Didukung oleh fasilitator berpengalaman
  • Mengembangkan solusi berbasis pengetahuan yang dikemas untuk menyeimbangkan antara model konseptual dengan wawasan yang praktis
  • Menggabungkan metodologi kreatif dan interaktif seperti permainan peran, simulasi, studi kasus, dan tugas lapangan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang bersifat partisipatif

Dalam siaran langsung tersebut, STIE EKUITAS diwakili oleh Prof.Dr.rer.nat. Martha Fani Cahyandito, SE., M.Sc., CSP dan Politeknik Negeri Lampung diwakili oleh Dr. Ir. Sarono, M.Si. dapat berkesempatan untuk ikut serta dalam melakukan sosialisasi perihal pentingnya sepak terjang pihak seorang Marketer, lengkap dengan pemberian informasi yang timbul akibat sejumlah kejadian dibeberapa tahun kebelakang.

Ditengah padatnya persaingan bisnis hari ini, peranan marketing menjadi sangat sentral bagi suatu perusahaan untuk bisa tetap bertahan saat kegiatan operasional berlangsung. Hal tersebut secara tidak langsung membuat beberapa pelaku marketing bekerja diatas sebuah tekanan yang tidak normal, sehingga bukan tidak mungkin hal tersebut akan menimbulkan sebuah transaksi yang akan bersifat merugikan bagi kedua pihak yang terlibat, khususnya pihak konsumen dan juga pihak marketing itu sendiri.

Seperti yang dikatakan oleh Hermawan Kartajaya selaku Founder & Executive Chairmain dari MarkPlus Institute bahwasannya kegiatan marketing harus melibatkan beberapa aspek agar transaksi-trasaksi yang sifatnya merugikan satu atau kedua belah pihak dapat dengan mudah dihindari. Dengan melibatkan 3 buah elemen tambahan yakni, finance, technology, dan humanity, diyakini dapat membuat sebuah solusi atas permasalahan yang tadi telah disebutkan.

Dengan terus berubahnya sepak terjang marketing dalam dunia pemasaran, membuat hal tersebut menjadi alasan yang relevan atas perilisan 3 judul buku marketing oleh Philip Kotler selaku salah satu pihak yang memiliki andil bersama Hermawan Kartajaya dalam penciptaan MarkPlus Institute ini. Ketiga buku tersebut yakni : Maketing 3.0 , Marketing 4.0, dan Marketing 5.0 .

STIE EKUITAS sendiri, bersama dengan Politeknik Negeri Lampung sangat menyadari bahwa selain kegiatan marketing yang menjadi salah satu kegiatan yang harus dikuasai oleh setiap individu, dalam hal ini khususnya seorang mahasiswa harus memiliki jiwa leadership yang tinggi sebagai seorang dapat menjadi figur sebagi pemimpin dalam proses bisnis dimasa mendatang.

Di STIE EKUITAS sendiri mahasiswa telah difasilitasi program Studepreneur yang diadakan secara berkala setiap 1 kali per tahun guna dapat mendidik serta memberikan wawasan teknis maupun non-teknis kepada para mahasiswa perihal menjadi pemimpin untuk kemudian berorientasi pada sebuah semangat entrepreneur. Selanjutnya, di Politeknik Negeri Lampung sendiri, terdapat sebuah program yang bernama Project Based Learning, yaitu sebuah program yang mengharuskan seluruh mahasiswa yang terlibat untuk melakukan kegiatan perencanaan, pengoprasian, hingga penjualan yang nantinya akan menjadi sebuah nilai akhir atas suatu kelulusan .

Kedua hal tadi (marketing &entrepreneurship) harus lah berjalan beriringan, seiring dengan minat para mahasiswa nantinya. Setiap mahasiswa tentu mempunyai pilihannya tersendiri. Apakah akan menjadi seseorang yang bergerak dalam dunia marketing, ataukah menjadi seseorang yang bergelut dengan seluruh kegiatan operasional perusahaan.

 

Penulis Artikel : Eri Budiman

Redaktur : HUMAS STIE EKUITAS